Menurut Sastrawijaya (2009: 196) terdapat banyak zat-zat pencemar udara yang dapat diidentifikasi, namun beberapa diantaranya adalah Sulfur dioksida (SO2), Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Nitrogen oksida (NO), Hidrokarbon (HC), dan Ozon.
Sulfur dioksida (SO2) merupakan jenis gas jernih tak berwarna ini merupakan bagian dari pencemar udara, kadarnya sampai 18%. Gas ini baunya menyengat dan amat membahayakan manusia. Emisi sulfur dioksida timbul dari pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur terutama batubara yang digunakan untuk pembangkit tenaga listrik atau pemanasan rumah tangga. Pengaruh sulfur dioksida pada manusia dapat melumpuhkan dan merusak organ pernapasan jika kadar sulfur dioksida ini mencapai 6 bpj. Karena itu kadar sulfur dioksida di udara perlu dicek secara berkala, dan diumumkan ke masyarakat.
Karbon monoksida (CO) merupakan suatu komponen gas tidak berwarna dan tidak berbau. Pemaparan CO ke atmosfir sebagi akibat aktivitas manusia Nampak lebih nyata, misalnya dari sektor transportasi, pembakaran minyak, gas, arang atau kayu, proses industri seperti industri besi, kertas dan kayu, pembuangan limbah padat, dan sumber-sumber lain termasuk kebakaran hutan.
Karbondioksida (CO2) banyak berasal dari pembakaran bahan fosil. Akibatnya konsentrasi CO2 di bumi meningkat, sehingga melapaui tingkat alamiah. Meski tidak beracun, CO2 dapat berakibat menaikan suhu bumi.
Nitrogen oksida (NO) adalah kelompok gas yang terdapat di atmosfer, terdiri dari gas nitrit oksida dan nitrogen oksida. Walaupun bentuk nitrogen oksida lainnya ada, tetapi kedua gas ini yang paling banyak dijumpai sebagai polutan udara. NO merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, sebaliknya NO2 mempunyai warna coklat kemerahan dan berbau tajam. Sumber utama NO yang diproduksi manusia adalah dari pembakaran, dan kebanyakan pembakaran disebabkan oleh kendaraan bermotor, produksi dan konsumsi energi serta pembuangan sampah. Sebagian emisi NO yang dibuat manusia berasal dari pembakaran arang, minyak, gas alam, dan bensin.
Hidrokarbon (HC), senyawa ini mengandung unsur hidrogen dan karbon. Pencemar gas dan knalpot mengandung 200 meter senyawa hidrokarbon. Hutan, tumbuh-tumbuhan, kebakaran hutan, penguraian bahan organik oleh mikroorganisme menghasilkan berbagai macam hidrokarbon. Yang termasuk sumber hidrokarbon hasil manusia adalah proses di perindustrian, penguapan pelarut organik, dan pembakaran sampah. Pembakaran tak sempurna dalam mesin mobil selalu menghasilkan hidrokarbon. Hidrokarbon berperan dalam asbut fotokimia dan penyebab kanker.
Ozon merupakan hasil reaksi fotokimia antara NO2 dengan Hidrokarbon. Di udara NO2 akan lebih banyak menyerap sinar ultraviolet dan atau sinar-sinar dalam spectrum matahari yang mempunyai panjang gelombang cahaya tampak mendekati gelombang ultraviolet. Sebaliknya NO2 mengurangi penyerapan sinar-sinar tampak yang memiliki panjang gelombang yang panjang. Oleh sebab itu gas NO2 di udara akan mengesankan warna coklat kemerahan dan di udara gas tersebut mengalami reaksi fotokimia yang disebut foto desosiasi.
Agar lebih memahami komponen pencemaran udara, simak video berikut ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar