Pencemaran udara dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan alam, antara lain hujan asam, penipisan lapisan ozon, dan pemanasan global.
1. Hujan Asam
Menurut Kristanto (2004: 151) pencemaran udara yang berasal dari bahan bakar, terutama bahan bakar fosil, menghasilkan beberapa jenis oksida sulfur dan oksida nitrogen. Di udara oksida-oksida ini mengalami proses kimia dan mengakibatkan terbentuknya asam sulfat dan asam nitrat. Asam yang terbentuk ini akan turun ke permukaan bumi bersama dengan air hujan sehingga terjadi apa yang disebut hujan asam. Hujan asam ini akan dapat mengakibatkan kematian banyak organisme air di sungai, korosi, dan kerusakan hutan yang cukup parah. Selain itu hujan asam juga akan meningkatkan kelarutan beberapa jenis logam, misalnya meningkatnya kadar Timbal (Pb) dalam air leideng. Meningkatnya kadar timbale ini diakibatkan oleh larutnya logam tersebut dalam pipa air leideng.
Untuk lebih memahami proses terbentuknya hujan asam, simak video terbentuknya hujan asam berikut

Terbentuknya hujan asam
[Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=XOZ6MM_D4PI]
Untuk mengurangi kerugian tersebut, perlu dilakukan berbagai usaha untuk mengurangi pencemaran udara, diantaranya yaitu: menggunakan bahan bakar rendah belerang, mengurangi kandungan belerang sebelum pembakaran, pengendalian pencemaran setelah pembakaran, mengikat dan mengubah zat pencemar dalam gas buangan yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil (BBF), serta penghematan energi Sebenarnya istilah hujan asam kurang tepat. Yang lebih tepat sebenarnya adalah deposisi asam. Namun karena istilah hujan asam sudah sangat popular, maka untuk selanjutnya istilah tersebut tetap digunakan.
2. Penipisan Lapisan Ozon
Ozon di lapisan atas (lapisan atmosfer), terbentuk secara alami, dan melindungi bumi. Ozon inilah yang mencegah masuknya benda luar angkasa yang dapat jatuh ke bumi. Namun zat kimia buatan manusia telah merusak lapisan tersebut, sehingga menimbulkan penipisan lapisan ozon. Zat kimia tersebut dikenal dengan ODS (ozon depleting substances), diantaranya ada chlorofluorocarbons (CFCs), hydrochlorofluorocarbons (HCFCs), halons, methyl bromide, carbon tetrachloride, dan methyl chloroform.
Zat perusak ozon tersebut sebagian masih digunakan sebagai bahan pendingin (coolans), foaming agents, pemadam kebakaran (fire extinguishers), pelarut (solvents), pestisida (pestisides), dan aerosol propellants. Chlorofluorocarbon (CFC) mengandung klorin, florin, dan karbon. CFC ini merupakan bahan utama penipisan lapisan ozon. CFCs sangat stabil di troposfer. CFCs yang paling umum adalah CFC-11, CFC-12, CFC-113, CFC-114, dan CFC-115. Di udara, zat ODS tersebut terdegradasi dengan sangat lambat. Bentuk utuh mereka dapat bertahan sampai bertahun-tahun dan mereka bergerak melampaui troposfer, dan mencapai stratosfer. Di stratosfer, akibat intensitas sinar ultraviolet matahari, mereka pecah dan melepaskan molekul satu atom chlorine dan bromine, yang dapat merusak lapisan ozon. Penipisan lapisan ozon pelindung akan meningkatkan jumlah radiasi matahari ke bumi yang dapat menyebabkan kasus kanker kulit, katarak, dan pelemahan sistem daya tahan tubuh. Terkena UV berlebih juga dapat menyebabkan peningkatan penyakit melanoma, kanker kulit yang fatal. Ultraviolet juga dapat merusak tanaman sensitive, seperti kacang kedelai, dan mengurangi hasil panen. Beberapa penelitian menunjukan bahwa fitoplankton di laut yang merupakan basis rantai makanan di laut telah mengalami tekanan akibat ultraviolet. Agar lebih memahami bagaimana penipisan ozon terjadi, mari simak video berikut
Zat perusak ozon tersebut sebagian masih digunakan sebagai bahan pendingin (coolans), foaming agents, pemadam kebakaran (fire extinguishers), pelarut (solvents), pestisida (pestisides), dan aerosol propellants. Chlorofluorocarbon (CFC) mengandung klorin, florin, dan karbon. CFC ini merupakan bahan utama penipisan lapisan ozon. CFCs sangat stabil di troposfer. CFCs yang paling umum adalah CFC-11, CFC-12, CFC-113, CFC-114, dan CFC-115. Di udara, zat ODS tersebut terdegradasi dengan sangat lambat. Bentuk utuh mereka dapat bertahan sampai bertahun-tahun dan mereka bergerak melampaui troposfer, dan mencapai stratosfer. Di stratosfer, akibat intensitas sinar ultraviolet matahari, mereka pecah dan melepaskan molekul satu atom chlorine dan bromine, yang dapat merusak lapisan ozon. Penipisan lapisan ozon pelindung akan meningkatkan jumlah radiasi matahari ke bumi yang dapat menyebabkan kasus kanker kulit, katarak, dan pelemahan sistem daya tahan tubuh. Terkena UV berlebih juga dapat menyebabkan peningkatan penyakit melanoma, kanker kulit yang fatal. Ultraviolet juga dapat merusak tanaman sensitive, seperti kacang kedelai, dan mengurangi hasil panen. Beberapa penelitian menunjukan bahwa fitoplankton di laut yang merupakan basis rantai makanan di laut telah mengalami tekanan akibat ultraviolet. Agar lebih memahami bagaimana penipisan ozon terjadi, mari simak video berikut
Terjadinya penipisan ozon
[Sumber: https://youtu.be/Vm85mm9AWLA]
3. Pemanasan Global
Kristanto (2004: 140)
Pemanasan global umumnya diakibatkan oleh adanya gas rumah kaca (uap air), CO2,
CH4, Ozon, N2O, dan Chlorofluokarbon (CFC) di atmosfer
bumi. Efek rumah kaca adalah sebuah kondisi dimana cahaya matahari yang diserap tidak dapat diteruskan sampai ke atmosfer, tetapi dipantulkan kembali ke bumi karena troposfer kita terhalangi oleh berbagai partikel-partikel atau molekul-molekul gas, salah satunya adalah karbondioksida yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor, pemotongan ternak, dan pabrik industri. akibatnya suhu dipermukaan bumi menjadi panas, kondisi ini mirip ketika kita berada di rumah kaca.
Efek rumah kaca atau dalam bahas inggris disebut dengan green house effect berasal dari pengalaman para petani yang tinggal di daerah empat musim. Pada musim salju, para petani biasa memanfaatkan rumah kaca untuk menanam sayur mayur dan bunga-bungaan. Rumah kaca suhunya lebih tinggi dari pada di luar, karena cahaya matahari yang menembus kaca akan dipantulkan kembali oleh benda di dalam ruangan rumah kaca sebagai gelombang panas dan terperangkap di dalam ruangan rumah kaca. sehingga suhu di rumah kaca tetap panas.
situasi di rumah kaca tersebut dikaitkan dengan apa yang terjadi di bumi dan atmosfer. Cahaya matahari yang masuk ke bumi, akan dipantulkan bumi dan diserap oleh molekul gas yang ada di atmosfer. Gas tersebut adalah gas rumah kaca, yang terdiri dari uap air, karbondioksida, metan, ozon (O3). Ketika panas cahaya matahari terperangkap dalam lapisan molekul gas, maka suhu udara di troposfir (lapisan terbawah dari atmosfer) dan prmukaan bumi menjadi naik, dan terjadilah efek rumah kaca. Efek rumah kaca menjadikan bumi dapat dihuni oleh makhluk hidup ermasuk manusia.
untuk mengurangi bahaya pemanasan global, emisi gas, rumah kaca harus dikendalikan. usaha ini meliputi penghematan energy, termasuk didalamnya meningkatkan efisiensi penggunaan energi di industri, transportasi dan pengembangan energi yang tidak menghasilkan CO2 (energi angin, surya, dan PLTA)
Efek rumah kaca atau dalam bahas inggris disebut dengan green house effect berasal dari pengalaman para petani yang tinggal di daerah empat musim. Pada musim salju, para petani biasa memanfaatkan rumah kaca untuk menanam sayur mayur dan bunga-bungaan. Rumah kaca suhunya lebih tinggi dari pada di luar, karena cahaya matahari yang menembus kaca akan dipantulkan kembali oleh benda di dalam ruangan rumah kaca sebagai gelombang panas dan terperangkap di dalam ruangan rumah kaca. sehingga suhu di rumah kaca tetap panas.
situasi di rumah kaca tersebut dikaitkan dengan apa yang terjadi di bumi dan atmosfer. Cahaya matahari yang masuk ke bumi, akan dipantulkan bumi dan diserap oleh molekul gas yang ada di atmosfer. Gas tersebut adalah gas rumah kaca, yang terdiri dari uap air, karbondioksida, metan, ozon (O3). Ketika panas cahaya matahari terperangkap dalam lapisan molekul gas, maka suhu udara di troposfir (lapisan terbawah dari atmosfer) dan prmukaan bumi menjadi naik, dan terjadilah efek rumah kaca. Efek rumah kaca menjadikan bumi dapat dihuni oleh makhluk hidup ermasuk manusia.
untuk mengurangi bahaya pemanasan global, emisi gas, rumah kaca harus dikendalikan. usaha ini meliputi penghematan energy, termasuk didalamnya meningkatkan efisiensi penggunaan energi di industri, transportasi dan pengembangan energi yang tidak menghasilkan CO2 (energi angin, surya, dan PLTA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar